lagi-lagi budi rahardjo


Beri Dia Kesempatan Lagi?

Feb
18

Terdengar sebuah dialog di sebuah sudut jalan.

Mas, beri aku kesempatan lagi
Tidak bisa, dik.
Kenapa mas?
Karena kamu telah membohongiku!
[… terisak menangis …]

Anda percaya kepada kesempatan kedua (second chance) tidak? Bagaimana kalau dia berbohong lagi? Bagaimana Anda yakin bahwa dia akan lebih baik (dan tidak berbohong) kali ini?

Tapi … bagaimana kalau dia benar-benar sudah tobat?

9 Responses to “Beri Dia Kesempatan Lagi?”

  1. mungkin Says:

    ini belitan kerumitan.

    “saya percaya bahwa dia akan bohong lagi”

    percaya kepada kebohongan? gimana ya enaknya?
    ah sudahlah, kasih kesempatan sikit-sikitlah bos
    :D

  2. pengki Says:

    kalau begitu kenapa ngga dikasih kesempatan kedua ? kalau masih bohong, berarti ngga ada kesempatan ketiga.

    we’re human, we make mistake(s)..

  3. Budi Rahardjo Says:

    tapi … memberi kesempatan itu berarti harus siap disakiti lagi. siap gak ya?

  4. Pri Says:

    Saya dulu pernah mengalami..dan bahkan dia hampir menjadi istri saya.
    Tetapi untunglah sebulan menjelang hari-H, dia membatalkan..dengan kasus yang hampir sama. Alhamdulillah..sakit sebentar, tapi hikmahnya besar.

  5. Budi Rahardjo Says:

    Sorry to hear that, Pri.
    Mudah-mudahan Anda lebih bahagia sekarang.

  6. gabrielle Says:

    Hmmm. Nice thought. Tapi sekali kepercayaan itu hilang, susah rasanya untuk mendapatkannya kembali. Well, semuanya mungkin kembali ke cinta ya? Cinta itu tidak menyimpan kesalahan…

    Anyway, by the way, busway, bohong yang macam mana dulu? Sepanjang nggak menyangkut pengkhianatan (jadi inget film G30S :lol), mungkin kebohongan itu akan lebih mudah dimaafkan.

    Menurut saya loh :)

  7. Budi Rahardjo Says:

    Tapi bukankah hubungan antara hati-ke-hati membutuhkan kejujuran? Bagaimana sebuah tali terbentuk di atas kebohongan?

  8. pengki Says:

    karena kebutuhan ? mungkin..

  9. Budi Rahardjo Says:

    hmm… kebutuhan apa nih? gak jelas … :mrgreen:

Leave a Reply