lagi-lagi budi rahardjo


Hilangnya Etika

Feb
25

Kawan saya, Armein, menceritakan kegalauannya ketika menunggu elevator bersama bu Tati di kampus. Sedikit latar belakang. Bu Tati, dosen saya yang saya hormati, terkena stroke beberapa waktu (tahun?) yang lalu sehingga ada sebagian anggota badannya yang susah dikendalikan, termasuk kaki. Meskipun demikian bu Tati masih ke kampus.

Nah ketika lift terbuka, maka banyak mahasiswa yang masuk ke lift tanpa memberikan kesempatan dahulu kepada bu Tati. Hah! Dimanakah etika Anda, anak muda? Tidak tahukah Anda bahwa bu Tati lebih membutuhkan lift ini daripada Anda? Saya yakin bu Tati tidak protes, tapi kami sebagai murid dan kolega tidak bisa terima ini.

Saya tidak ingin mengeneralisir ini kepada seluruh anak muda, karena saya tahu masih banyak juga anak muda yang punya etika. (Saya baca di blog postingan tentang anak yang kelihatannya metal, tetapi begitu ada ibu-ibu naik bis, dia memberikan tempat duduknya kepada ibu itu. Jadi ada anak muda yang membanggakan!) Saya hanya khawatir jika mereka tidak kita ajari saat ini, nanti setelah lulus dari kampus mereka tidak paham apa yang namanya etika.

Mencari orang pinter tidak terlalu susah, mencari orang beretika dan berintegritas … ternyata susah.

Postingan ini adalah untuk mengingatkan kita tentang masalah etika. Mungkin kita lupa atau bahkan tidak tahu.

2 Responses to “Hilangnya Etika”

  1. msdewi Says:

    Iya saya juga prihatin. Kenapa makin banyak orang yang tidak beretika. Seperti juga pada postingan saya di http://msdewi.blogspot.com/2007/12/perjalanan-pagi-ini.html
    Kita marah-marah juga, malah cape sendiri, kesel deh… :(

  2. Budi Rahardjo Says:

    setelah baca … kesel juga ya :(

Leave a Reply