lagi-lagi budi rahardjo


Archive for the ‘music’ Category

Lagu Lama

Sunday, October 5th, 2008

Saya memang hobi mendengarkan lagu lama. Seperti pernah saya tuliskan sebelumnya, ini disebabkan lagu merupakan rekam jejak perjalanan hidup kita. Lagu tertentu mengingatkan kita hal tertentu.

Tetapi, kadang ada lagu lama yang baru kita dengar juga sih. Seperti kemarin, gara-gara nonton film ada lagu lama yang baru didengerin. Misalnya kemarin ngelihat film “27 dresses“. Ada lagunya Elton John - Bennie and the Jets. Langsung dengerin lagu itu berkali-kali deh. Soalnya seru juga lagunya. Seru atau tidaknya lagu memang harus disatukan dengan sebuah kejadian. Bagi saya, lagu ini merupakan titik yang memorable di dalam film itu. Jadi pengen main piano kayak Elton John. hi hi hi.

Anyway … let me listen to some old songs … threading that old path.

Richard Wright (Pink Floyd) Meninggal

Tuesday, September 16th, 2008

Saya mendengar kabar melalui milis bahwa Richard Wright, salah seorang pendiri band Pink Floyd, meninggal hari Senin kemarin setelah berperang dengan kanker. Saya sendiri tidak terlalu mengenal Richard Wright dan lebih mengenal Pink Floyd-nya.

Langsung memutar album solo Richard Wright untuk menghormatinya. Album ini sangat kental dengan keyboardnya Richard Wright.

Selamat jalan Richard Wright.

Toto …

Sunday, March 9th, 2008

Pagi ini, sambil kerja, saya mencoba mendengarkan lagu-lagu Toto. Ceritanya mau mengkhatamkan. he he he. Soalnya minggu depan saya mau nonton Toto manggung di Bandung. Asyiiikkk. Ada yang pergi nonton Toto juga? Ada yang tahu playlist yang bakalan dibawakan?

Toto ini salah satu band yang lagu-lagunya bagus, mulai dari pop sampai ke agak nge-rock. Maklum, gitarisnya - Steve Lukather - adalah salah satu jawara gitar rock yang licknya banyak ditiru. Pengen bisa main seperti dia. hik hik hik

Gig ketiga tahun ini

Sunday, March 2nd, 2008

Tahun lalu saya manggung lebih dari 25 kali. hi hi hi. Bagaimana dengan tahun ini? Kayaknya tidak sebanyak tahun lalu, tetapi siapa tahu. Hari ini saya baru menyelesaikan gig ketiga.

Foto diambil oleh Hendra Grandis aka Oemar Bakri di Aula Barat ITB, siang, 2 Maret 2008 dalam acara Dies ITB yang ke 49.

Yang di depan saya adalah Dinda, salah satu dari 3 orang penyanyi tetap kami. Suaranya top markotop. Paling enak main musik kalau penyanyinya bagus suaranya. Gitar salah chord, kepencel-pencel, pun tetap enak terdengarnya. ha ha ha.

Kami membawakan 8 lagu, plus 4 lagu lagi dari penyanyi tamu kami. Lupa berapa lama kami bermain. Lumayanlah. Sebetulnya kondisi fisik saya masih belum fit betul. Jari tangan kiri (telunjuk dan jempol) masih sakit karena korban jadi kiper futsal. Bahkan jempol sebetulnya masih sulit kalau ditekuk. Kebayang nggak nge-grip gitar tanpa jempol. Uih. Akrobat. Untungnya tadi pas manggung tidak kerasa sakitnya. Sesudahnya … he he he. Cekot-cekot. Bahkan sampai rumah baru kerasa ada urat yang tegang dari telunjuk ke siku. Maklum, dipaksa. Habis bagaimana lagi. Mosok nggak main?

Next gig? Rasanya tanggal 8 Maret ini mau ngisi di acara mahasiswa. Mungkin kali itu hanya dengan Armein saja, berdua akustikan karena yang lainnya tidak bisa. (Yang lain masih nonton Jazz di Jakarta?) Kita lihat nanti saja.

Cerita mengenai acara DIES ITB yang ke 49 ini ada juga di blog saya. Silahkan lihat ke sana saja ya? Soalnya kalau dituliskan di sini jadi dobel-dobel.

Lagu Selingkuh

Saturday, March 1st, 2008

Kemarin pas lagi makan siang, ada teman yang komentar

lagu selingkuh kok selalu enak ya?

Ha ha ha. Gedubrak.

Memang kalau diperhatikan, banyak lagu yang bercerita tentang selingkuh. Bahkan mungkin ini jadi trend? Kalau menurut Anda, lagu selingkuh yang paling bagus atau paling berkesan apa?

Berburu Kaset Jadul

Tuesday, February 26th, 2008

Sambil menunggu travel, iseng saya mampir ke toko kaset dan CD bekas di jalan Dipati Ukur 68. Sebenarnya ini dua toko yang masih berhubungan. Satu toko khusus untuk kaset, satunya untuk CD.

Koleksinya … wah, luar biasa karena koleksi mereka adalah kaset atau CD yang beda dengan toko kaset biasa. Sebagai contoh, tadi saya lihat CD dari Blue Oyster Cult, Manfred Mann, Sweet, atau band-band tahun 60 dan 70-an. Yang seperti ini jarang di toko biasa. Harganya pun tidak semahal di toko biasa karena toko ini adalah toko second.

Setelah puas di toko CDnya saya pindah ke toko kasetnya. Di sini banyak kaset rekaman Yess yang sempat ngetop di tahun 70-an itu. Jenis musik classic rock banyak di sini. Selain itu, ada bagian yang menarik bagi saya yaitu bagian kaset jadul.

Setelah lihat-lihat, akhirnya saya putuskan untuk membeli album Symphony yang berjudul Trapesium (diterbitkan tahun 1982?). Rasanya dulu saya pernah punya, tetapi sekarang sudah hilang. Saya beli kaset ini dengan harga Rp 25.000,-. Yah lumayanlah.

Tadinya saya mencari kaset mas Yockie S. Prayogo, Musik Saya Adalah Saya, tetapi tidak ada. Ya sudah. Padahal mau mengganggu mas Yockie untuk minta tanda tangannya. he he he. Dikasih gak ya? Kalau nggak, awas!

Lumayan dapat kaset jadul. Lain kali, kalau waktunya lebih senggang, saya akan mampir ke sana lagi ah.

Menghabiskan Puluhan Album Musik

Monday, February 18th, 2008

Beberapa waktu yang lalu (2 atau 3 bulan yang lalu?) saya mendapat kiriman beberapa CD yang isinya puluhan album progressive rock dari seorang kawan. Wah, berapa lama yang saya butuhkan untuk mendengarkan lagu-lagu ini ya?

Ternyata saya stuck di beberapa album yang bagus. Jadi baru 5 album yang saya dengarkan, saya belum pindah ke album yang lainnya. Halah. Jadi mungkin kiriman tersebut baru bisa saya habiskan dalam waktu 1 tahun. hi hi hi. Asyik. Gak perlu belanja CD lagi dalam satu tahun (teorinya! padahal nanti pasti beli lagi).

Musik progressive rock membutuhkan waktu untuk mencernanya. Jadi satu album harus didengarkan 10 kali dulu baru bisa dinikmati. Itulah sebabnya saya mandheg di beberapa album itu. Padahal album yang saya dengarkan tersebut tidak terlalu berat. Atau, justru karena agak mudah dicerna maka saya langsung jatuh hati. Oh ya, album yang saya dengarkan tersebut adalah dari band yang bernama Jadis. Great band!

Sekarang saya baru pindah ke album yang baru, yaitu dari Porcupine Tree (salah satu band favorit saya juga).

4th guitar

Friday, February 15th, 2008

Today I bought my fourth guitar. If I count my first guitar in high school, this is actually my fifth. I stick with 4th because I don’t know where my fisrt guitar is.

This guitar is actually a Gibson Les Paul clone. It is nice.

I was going to buy a Fender Strat-like guitar, but (for some reasons) I though the neck was too thick. While the sound is clean, I was not comfortable with it.

Anyway, it’s time to take a spin. I am planning to do a gig in March. That’s my plan for this new guitar.