(Aku) Yang Selalu Salah
Tuesday, July 1st, 2008Ya, aku tahu
… aku yang salah
… ini semua salahku
… seperti yang sudah-sudah
Ya, aku tahu
… aku tak pernah benar
… engkau selalu benar
… seperti yang sudah-sudah
Ya, aku tahu
… aku yang salah
… ini semua salahku
… seperti yang sudah-sudah
Ya, aku tahu
… aku tak pernah benar
… engkau selalu benar
… seperti yang sudah-sudah
Jangan katakan cinta
… bila kau
… masih ingin berteman denganku
Cinta kan mengacaukan segalanya
… meski kau menginginkannya
… jangan katakan
Simpanlah dia
… sembunyikan dia
… hindari dia
Jangan
… jangan katakan cinta
… katakan tak ada cinta di sana
Tidak!
Aku tidak sedang jatuh cinta.
(Berjam-jam) melihat fotomu hanyalah ketidaksengajaan karena dia kebetulan berada di dinding di depan layar komputerku.
Mencari tahu apa yang kau sukai, hanyalah sebuah ketidaksengajaan karena kebetulan aku menyukai apa yang kau sukai.
Ketidaksanggupan menatapmu ketika engkalu menatapku kembali hanyalah karena mereka terlalu menghujam ke hati.
Tidak mampu menjawab pertanyaanmu itu hanya karena lidahku sedang kelu.
Tidak!
Aku tidak sedang jatuh cinta.
Ditemukan sebuah surat …
Bermula dari rasa kagum
… tiba-tiba terselip perasaan itu
… aku tahu, kau sudah ada yang punya
… dan kau tak menginginkan diriku
… tapi, aku harus bagaimana?Aku masih memiliki akal sehat
… untuk berpikir
… namun kala hati mengambil alih
… aku tak kuasa
… aku harus bagaimana?Bolehkah ku memohon
… agar kau diam-diam meninggalkan diriku
… agar hati ini tidak tahu engkau telah pergi
… karena aku tak tahu,
… aku harus bagaimana?
[melipat surat, melangkah … menjauh …
boys do what they are told to. oh, yeah, big boys don’t cry!]
Baru saja saya menyelesaikan bagian ketujuh (7) dari cerita pendek (yang akhirnya berubah menjadi cerita bersambung) “Aku Tak Tahu Namamu”. Sebenarnya masih ada hal-hal yang ingin saya perbaiki, tetapi karena tulisan ini sudah lama ditunggu-tunggu maka saya rilis saja versi yang ada saat ini.
Oh ya, tulisannya (babak ketujuh) ada di sini:
http://rahard.wordpress.com/2008/02/24/aku-tak-tahu-namamu-7/
Selamat menikmati.
Dear friend,
could you turn me back into a robot,
one that does not have a heart.
Life would be so easier for me, then.
Maaf, tidur, kamu harus antri lagi
… jadwal hadirmu terpaksa kucoret dari agendaku
… silahkan antri kembali dan jangan lupa ambil nomor
Raga, kuatkan dirimu
… tolong agar jiwa dapat mengandalkanmu
… untuk menyelesaikan semua ini
Aduh. Terlalu sibuk. I miss this …
Aku ingin menyepi
… sendiri dalam kegelapan
… dan dinginnya sepi
Mengapa engkau datang
… dengan cahaya yang indah
… dan kehangatan