lagi-lagi budi rahardjo


Archive for the ‘teknologi informasi’ Category

Mempertanyakan Kualitas DagDigDug

Wednesday, September 24th, 2008

Judulnya agak serem, mempertanyakan kualitas DagDigDug. Hi hi hi. Sebetulnya topiknya adalah mempertanyakan kualitas layanan blog di Indonesia.

Pertanyaan ini muncul setelah kita melihat bahwa banyak orang Indonesia yang menggunakan layanan blog dari wordpress.com. Mengapa menggunakan layanan wordpress.com yang berada di luar negeri sementara ada layanan yang sama (dengan engine yang sama) di Indonesia, seperti DagDigDug ini.

Salah satu alasan yang sering muncul adalah keraguan atas kualitas dan kehandalan layanan di Indonesia. Nah lho. Ayo dagdigdug, buktikan kamu bisa (berikan layanan baik).

nDaftar (layanan baru)

Sunday, September 21st, 2008

Baru daftar di layanan:

  • punkymoods.net: untuk menunjukkan mood kita di blog (seperti contoh di bawah ini)
  • tadalist.com: untuk membuat todo list yang gampang diakses

My Unkymood Punkymood (Unkymoods)Sebetulnya layanan tersebut bukan layanan baru. Hanya saja saya baru daftar. Gitu lho maksudnya. Nanti kalau ada layanan lain lagi yang menarik atau lucu-lucu, ya daftar juga. Ha ha ha.

Wah, jadi kebanyakan account nih. Pusing, euy.

Ketemu DagDigDug Founder

Sunday, September 21st, 2008

Lupa mau cerita.

Minggu yang lalu, di acara launching Pasar Kreasinya Telkom saya tidak sengaja ketemu dengan founder DagDigDug. Ketemunya juga tidak sengaja. Kemudian kami mencari tempat duduk untuk mojok. Sayangnya, belum sempat ngobrol banyak saya sudah dipanggil oleh panitia acara; katanya diminta untuk tampil di panggung. Padahal ternyata tidak tampil di panggungpun tidak apa-apa. Jadi tidak sempat ngobrol panjang.

Saya hanya sempat mendengar cerita singkat tentang dag-dig-dug ini saja.

Saya juga hanya sempat cerita tentang keinginan saya untuk menggunakan blog di perkuliahan dengan lebih instensif. Saat ini saya sudah memaksa mahasiswa saya untuk menggunakan blog sebagai media pelaporan tugas. Ada beberapa hal yang masih sulit dilakukan dengan infrastruktur blog yang ada saat ini.

Yah siapa tahu nanti ada yang bisa mengembangkan aplikasi berbasis blog yang saya inginkan.

Komentar di DagDigDug hilang

Saturday, May 24th, 2008

Barusan ada yang komentar ke blog saya ini. Terus saya udah dapat konfirmasinya via email. Tapi, komentarnya itu gak muncul di blog. Aneh… Hilang.

Ada yang mengalami masalah yang sama?

Memperkirakan Harga Software

Saturday, March 1st, 2008

Dalam acara Sharing Vision kemarin kami membahas salah satu topik yang cukup berat, yaitu tentang estimasi harga dari software. Topik ini bisa kita perlebar menjadi nilai (value) dari software.

Software itu tidak kasat mata. Yang terlihat adalah media dimana software itu berada, misalnya disk atau CD dimana software itu disimpan. Demikian pula ketika dia sudah berada di dalam komputer, yang terlihat adalah komputer atau RAM-nya, bukan softwarenya. Akibatnya, agak susah bagi kita untuk memberikan apresiasi terhadap software. (Yang kasusnya mirip dengan ini adalah desain grafis ya? Yang terlihat dan yang dihargai hanya kertasnya. he he he.)

Ada banyak sekali pertanyaan yang muncul seputar harga software. Perlu dicatat bahwa peserta workshop kemarin latar belakangnya bervariasi. Yang paling banyak adalah dari bagian pengadaan IT (procurement). Jadi latar belakang pertanyaannya adalah seputar kesulitan yang mereka hadapi. Mari kita bahas beberapa pertanyaan yang muncul dalam acara kemarin. Ah, kita batasi dulu pertanyaannya ya.

Jika kita memberikan (melakukan outsource) sebuah pekerjaan pengembangan aplikasi baru kepada sebuah perusahaan pengembang aplikasi, berapa harga yang wajar untuk software tersebut? Bagaimana memperkirakan harganya?

Sebuah pertanyaan yang sederhana akan tetapi jawabannya tidak mudah. Dahulu estimasi harga ini dilakukan dengan feeling. (Sekarang juga masih. ha ha ha.) Sekarang sudah ada beberapa metodologi untuk melakukan estimasi. Meskipun metodologi tersebut belum ada yang sempurna, tetapi mereka dapat digunakan sebagai panduan (rough estimate).

Metodologi pertama yang muncul untuk melakukan estimasi harga software adalah dengan menghitung jumlah baris dari kode (lines of code atau disingkat menjadi LOC). Idenya adalah satu baris koder terkait dengan satu upaya (effort) tertentu. Seorang programmer memiliki kemampuan memprogram sejumlah LOC tertentu dalam satu hari (rata-rata). Pengembang aplikasi kemudian dibayar sesuai dengan jumlah baris yang dia kembangkan.

Ada beberapa masalah dengan metoda ini. Ambil contoh dua pengembang (A dan B) yang mengerjakan sebuah fungsi yang sama. Pengembang A membutuhkan 1000 baris, sementara pengembang B membutuhkan 100 baris untuk mengimplementasikan fungsi yang sama. Mana yang lebih baik? Tentu saja pengembang B yang lebih baik karena dia bisa mengimplementasikan fungsi tersebut dengan lebih efisien (dilihat dari sudut pandang jumlah barisnya lho, kita asumsikan algoritmanya sama). Akan tetapi pengembang A akan mendapat bayaran yang lebih mahal jika ukuran harganya adalah jumlah baris. Maka pengembang tidak mendapat insentif untuk membuat aplikasi seefisien mungkin dan bahkan cenderung untuk memperbanyak baris. ha ha ha.

Masalah berikutnya adalah sekarang sudah banyak tools untuk mengembangkan software yang berbasis GUI (CASE tools). Kita tinggal tarik kotak ini itu kemudian kita hubungkan satu sama lainnya. Kode (source code) kemudian dihasilkan dari tools tersebut. Apakah metoda LOC masih cocok untuk hal yang sejenis ini?

Belum lagi nanti kita berbicara framework dan bahasa pemrograman yang berbeda. Satu fungsi mungkin bisa diimplementasikan dalam 1 baris di perl tetapi membutuhkan 10 baris di visual Basic. Masih banyak variasi lainnya lagi. Untuk hal yang ini memang bisa dipecahkan dengan membuat tabel perbandingan upaya (effort), meskipun masih tidak mudah.

Di sisi lain, LOC merupakan artifak software yang paling mudah dilihat secara obyektif.

Masih banyak pertanyaan lain, seperti misanya

Kan kita ingin membuat perkiraan (owner estimate). Softwarenya kan belum jadi. Kita tidak tahu jumlah LOC-nya. Apalagi kita orang pengadaan, bukan pengembang aplikasi. Jangan-jangan nanti kita dibohongi pengembang. Bagaimana ini?

Nah lho. D Jawabannya adalah … selamat menderita! ha ha ha. Gak ding. Ada jawabannya. Lain kali ya.

Selain metoda LOC masih ada beberapa metoda lagi yang digunakan untuk melakukan estimasi upaya pengembangan aplikasi, seperti Function Point (FP), Work Breakdown Structure (WBS), COCOMO, dan seterusnya. Ah, sudah kepanjangan. Lain kali saya sambung dengan pertanyaan lainnya.


[Foto saya sedang break di belakang peserta, sementara pak Dimitri Mahayana sedang serius memberikan presentasi di depan. ngopi dulu ah … hi hi hi]

Masih Tentang BlogDetik dan DagDigDug

Friday, February 29th, 2008

Jika Anda perhatikan, saya menuliskan entri di BlogDetik dan DagDigDug sekaligus. Saya masih mencoba mengadu kemampuan dari dua layanan blog ini. Berikut ini catatan saya saat ini.

  • Dari segi kinerja (kecepatan akses), DagDigDug lebih cepat dari BlogDetik. Ini kemungkinan karena BlogDetik lebih banyak pengguna dan yang akses.
  • Beberapa kali blog saya yang di BlogDetik tidak dapat diakses. Mungkin masih terkait dengan hal di atas. Masalah performance.
  • Komentar dari pengunjung lebih banyak di BlogDetik daripada di DagDigDug. Ini juga karena mungkin pengguna di BlogDetik lebih banyak.
  • Halaman muka DagDigDug juga lebih sederhana sehingga lebih mudah diakses (dan dibaca). Halamanan muka BlogDetik “susah” dibaca. Khas Detik? hi hi hi.

Analisis sementara. Kalau BlogDetik dapat mengatasi masalah kinerjanya, maka BlogDetik akan memiliki komunitas yang lebih banyak dan akan lebih populer.

Selamat bekerja bagi kedua tim untuk terus memberikan layanan lebih baik.

Sementara itu kepada para pembaca, saya minta maaf atas double posting di kedua blog ini. Nanti setelah stabil, saya akan pisahkan keduanya.

Kekisruhan Pengadaan IT

Thursday, February 28th, 2008

Seharian saya memberikan workshop tentang pengadaan IT (information technology, teknologi informasi). Banyak kasus pengadaan IT yang berakhir kepad tuduhan korupsi. Padahal hal tersebut belum tentu korupsi (bukan berarti tidak ada lho, tetapi banyak yang sebetulnya hanya masalah perbedaan cara padang).

Problemnya, IT itu “binatang” yang berbeda dengan meja atau kursi. he he he. Kalau hari ini beli meja dari toko A dan kemudian besok beli kursi dari toko B tidak ada masalah yang signifikan. Kalau hari ini mengembangkan software dengan vendor A, tetapi untuk maintenance dengan vendor B ceritanya bisa lain. Software bisa jadi tidak jalan.

Belum lagi sistem IT yang berubah dengan cepat. Spesifikasi hari ini akan terlihat kadaluwarsa 6 bulan kedepan. Belum lagi harganya juga berubah dengan cepat.

Ah. Pokoknya puyeng. Nah, itulah yang saya jelaskan tadi pagi. Sekarang … cape! Besok masih ada 1/2 hari lagi.

Dagelan Pagi Ini

Monday, February 25th, 2008

ha ha ha … saya tertawa sendirian (sungguh).

katanya sedang ada petisi untuk mengeluarkan blog saya dari agregator planet terasi yang dikelola ronny. ha ha ha. dikira saya peduli gitu? mau didaftarkan kek mau gak terserah yang punya agregator.

kemarin priyadi menawarkan untuk memperbaharui agregator PlanetGBT yang dia kelola. saya daftarkan dua blog lagi saja. yang lainnya biar buat eksperimen dulu.

yang masih belum bisa saya mengerti, kok ada orang yang sedemikian desperate-nya ya? tapi itu memang hak mereka sih. sah-sah saja. monggo. it’s your life.

lumayan … ada dagelan pagi ini yang cuacanya kurang cerah. mana saya di sini digeber dengan lagu-lagu dari album johnny hates jazz yang nuansanya kelabu juga. lebih spesifik lagi saya ingin meneriakkan judul salah satu lagu mereka

I don’t want to be your hero!

byar pet

Sunday, February 24th, 2008

Kemarin malam saya mencoba membuat materi presentasi untuk presentasi saya pagi ini (tentang blogging). Sedang asyik-asyiknya nulis … pet, listrik mati. Untung komputer saya pakai UPS. Cepat-cepat saya save ke flash disk dan kemudian saya shutdown komputer.

Denger-denger katanya sekarang lagi krisis listrik ya?

Daerah saya mungkin bisa terkena giliran mati listrik karena saya tinggal di kabupaten. hik hik hik. Jadi inget jaman tahun berapa ya, 70-an? Di rumah selalu sedia petromax. (Anak-anak jaman sekarang masih tahu petromax nggak ya?) Uuuhhh… kuno banget. Kalau berpikir demikan, kayaknya Indonesia ini belum maju.

Satu Jagoan Lawan Lima Biasa

Saturday, February 23rd, 2008

Dalam acara Sharing Vision Kamis-Jum’at kemarin kami mendiskusikan masalah budaya berbagi yang tidak ada (hilang?) di Indonesia ini. Implementasi knowledge management tidak begitu sukses karena salah satu kunci kesuksesan adalah harus mau berbagi.

Ada perasaan bahwa kalau saya jagoan, maka saya akan simpan ilmu saya ini. Saya tidak mau membagi kepada Anda dan saya tidak membutuhkan Anda. Saya adalah jagoan dan perusahaan membutuhkan saya. Pemikiran itu yang sering terjadi. Konsep kerjasama, atau kalau dahulu ada kata “gotong royong” (sekarang sudah dicoret dari kamus orang Indonesia … hi hi hi), susah diterima.

Untuk memberikan penjelasan pentingnya kerjasama, saya memberikan contoh sebuah permainan basket. Coba adu 1 orang yang jagoan basket dan 5 orang yang biasa-biasa saja. Nah, 5 orang ini bisa ngocok yang jagoan sampai pingsan. ha ha ha. Jadi, lupakanlah jagoan (star player) yang mau sendirian dan tidak mau kerjasama.

Lupakanlah orang yang tidak mau berbagi di sistem knowledge management kita. Biarlah kita bermain dengan orang biasa-biasa saja yang memang suka bermain dan berbagi bersama.

Menjadi Blog Star di BlogDetik

Thursday, February 21st, 2008

feha komentar, wah jadi blog star di blogdetik. Saya tidak mengerti maksudnya. Ternyata pas saya buka blogdetik, di halaman depannya adalah wajah saya. Ternyata saya dijadikan Blog Star oleh blogdetik. ooo ini toh. Ternyata saya menggeser Maia. hi hi hi.

Wah harus nulis yang baik-baik di sana. Gak boleh ngejunk sembarangan lagi. hi hi hi.

Nah, dag dig dug gimana nih? hi hi hi … kalau gitu saya mau nulis yang lebih liar (aka junk) di dagdigdug sini saja ya? boleh? boleh? boleh? … Jangan marah ya.

Tarik Suara

Thursday, February 21st, 2008

Hari ini saya mau tarik suara lagi. Bukan, bukan menyanyi tetapi memberikan presentasi. Topik dalam dua hari ini adalah tentang Wikinomics, yaitu ekonomi di jaman Internet babak kedua (2.0). Saya akan bercerita tentang pengalaman saya sebagai praktisi (entrepreneur) dan juga sebagai teorist.

Suatu saat mungkin akan saya buatkan versi onlinenya. Sekarang saya belum sanggup karena masih terlalu sibuk dengan berbagai hal.

Rahasia Menulis Banyak Blog

Tuesday, February 19th, 2008

Saya punya banyak blog. Kalau dhitung-hitung mungkin lebih dari satu lusin. Tentu saja ada blog yang hidup dan ada blog yang sekarat. Nah, dari blog yang hidup banyak yang populer. Bahkan kalau Anda lihat di daftar top 100 blog Indonesia, ada dua blog yang yang duduk di 10 besar. Ya benar, dua! hi hi hi. Kalau orang lain hanya satu blog, itu bisa dimengerti ya.

Blog ini juga merupakan blog baru saya. Toh, sudah cukup ramai juga.

Apa resepnya atau rahasianya menulis banyak blog? Jawabannya … ya menulis! he he he.

Banyak bagian kehidupan kita yang menarik untuk dituliskan. Pasalnya kadang orang menulis itu tidak dengan hati sehingga yang muncul hanya data atau informasi, yang tidak menarik bagi orang lain. Sebagai contoh, kalau saya menulis “hari saya makan”. Lah, apa menariknya. Akan menarik kalau saya tuliskan “hari ini saya makan ditunggui kucing yang menyebalkan”. Nah, itu baru menarik. hi hi hi. Ada apa dengan kucing itu?

Hal yang kedua yang bisa membuat menarik adalah buat tulisan yang open. Maksud saya, jangan membuat tulisan yang lengkap sehingga tidak memberikan kesempatan kepada pembaca untuk bertanya, menyela, nyeletuk, atau sekedar komentar. Tentu saja Anda bisa menuliskan semuanya lengkap. Tahan ego itu. Beri kesempatan kepada pembaca untuk mengutarakan apa yang ingin Anda katakan. Bingung kan? Makanya, pegangan … supaya nggak jatuh. hi hi hi.

Udah ah … satu-satu ya pelajarannya. Mumpung masih segar sehabis sholat Subuh.

Oh ya, karena jarang orang yang membaca tulisan ini (blog saya yang ini masih baru), jadi mungkin rahasia ini akan tetap menjadi rahasia. ha ha ha. Ini rahasia antara kita saja ya…

DagDigDug vs BlogDetik

Monday, February 18th, 2008

Pada hari yang sama saya mendaftar layanan blog dari Dag Dig Dug dan BlogDetik. Di kedua tempat itu saya menggunakan userid yang sama, rahard. Saya pikir kualitas kedua layanan tersebut hampir sama, ternyata tidak.

Selama menggunakan layanan ini (belum lama memang), blogdetik lebih sering down. Pas saya mau menulis sebuah entri, dia down. Bagaimana ini? Akhirnya saya lebih banyak menulis di DagDigDug saja. Yang pasti-pasti.

Masih ada hal-hal yang lain, tapi ini saja sudah menjadi tolok ukur bagi saya. Lah, habis bagaimana lagi? Yang namanya blog kan harus tersedia setiap saat. Pas kita lagi ada mood untuk menulis, eh down. Ya hilang tuh ide tulisan.

DagDigDug (1) - BlogDetik (0).

Udah ah … mau nulis lagi.

Masih Workshop

Friday, February 15th, 2008

Hari ini saya masih memberikan workshop “Capacity Planning” … melanjutkan dari kemarin. Phew. Bakalan capek tapi seru! Soalnya kemarin juga sudah seru sekali.

Posting blog terpaksa nunggu.